KFC, restoran waralaba asal Amerika, peraih Halal Award 2014 dari LPPOM MUI.

Tertarik Go Global? Ini Strategi Bisnisnya!

[sc name="adsensepostbottom"]

Seorang pengusaha yang jeli melihat peluang pasar biasanya akan langsung melakukan ekspansi. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memperluas target pasar Anda, apalagi jika mulai merambah ke negara lain yang lebih menantang.

KFC, restoran waralaba asal Amerika, peraih Halal Award 2014 dari LPPOM MUI.
KFC, restoran waralaba asal Amerika, peraih Halal Award 2014 dari LPPOM MUI.

Vice Chairman Radius (perusahaan jasa konsultasi ekspansi global), Larry Harding, menyarankan pemilik bisnis untuk membuat daftar menyeluruh yang berisi resiko dan kompleksitas suatu wilayah yang menjadi target ekspansi. “Sebelum memulai operasional di suatu tempat, identifikasi bagaimana resiko yang ada bisa ditangani. Cara yang paling efektif menyusun daftar tersebut adalah dengan mencari umpan balik dari orang-orang yang berhasil membuka cabang di lokasi yang berisiko tinggi, seperti dari kolega, teman, ahli profesional dan lembaga pemerintah,” jelas Harding, dikutip dari laman business week, Kamis (13/11).

Ketika membuka bisnis di suatu tempat baru terkadang ada saja masalah yang muncul. Lalu, bagaimana mengatasinya? Bisa dengan mencari bantuan ke lembaga jasa konsultasi profesional, selain harus memiliki rencana cadangan jika rencana ekspansi tak berjalan lancar. Resiko yang bisa terjadi saat berekspansi ke luar negeri tidak hanya dalam bentuk fisik, tapi dapat pula berupa isu suplai, perekrutan, pelatihan pegawai, dan tantangan budaya. Baca Juga: Mau Wirausaha? Harus Siap Berubah!

Saat ingin berekspansi global, model bisnis waralaba bisa menjadi pilihan karena model ini bisa membuat sebuah bisnis berkembang dengan sangat pesat. Lalu, bagaimana memonitor bisnis di negara lain dan mengatasi masalah yang terjadi? Pemilik waralaba Fatburger, Wiederhorn, menyarankan agar Anda menyerahkannya kepada penerima waralaba yang ada di sana, karena mereka yang paling mengetahui kondisi pasar.

“Saya bergantung kepada mereka untuk mengatasi masalah di sana. Kami selalu memerhatikan keamanan pegawai jadi jika ada kekerasan atau resiko yang sangat besar, kami tidak akan membuka di sana. Namun, partner lokal kami sangat memahami lingkungan politik di negaranya dan menyadari konsumen di sana memerlukan makanan,” ujar Wiederhorn.

Jaringan waralaba Fatburger sendiri telah meluas ke 32 negara dengan total 200 gerai. Bisnis asal Los Angeles, Amerika Serikat, yang dimulai sejak 2007 ini pun akan menambah 350 gerai baru, diantaranya di Tunisia, Libya, dan Irak. Baca: Wirausaha Perlu Kesabaran

Lalu, apa yang harus dilakukan jika terjadi krisis di negara tempat Anda berekspansi? Jangan mudah terpengaruh! Wiederhorn mengungkapkan ketika demonstrasi terjadi dalam waktu lama di Taksim Square, Istanbul, telah memaksa gerai Fatburger di sana untuk tutup.

Bagi yang tidak memiliki semangat berbisnis mungkin kondisi itu akan membuat putus asa. Namun, bagi penerima waralaba Fatburger di Istanbul itu adalah masa untuk menahan diri dan meriset peluang. “Setelah konflik selesai dan setiap orang mencari stabilisasi ekonomi, Anda dapat tumbuh dua kali lipat,” cetus Wiederhorn.

Ia menambahkan saat membuat rencana ekspansi global, pihaknya tetap memperhitungkan risiko yang telah dipertimbangkan. Selain itu, mengalokasikan investasi besar untuk melakukan riset pasar di setiap wilayah sebelum benar-benar membuka cabang di suatu tempat. Baca Juga: Perlunya Membuka Kemudahan Wirausaha

Jadi, sudah siap untuk merambah ke pasar global?