Pendirian kampus ini rencananya akan menggandeng Institut Tazkia.
Minat pemerintah daerah terhadap ekonomi Islam kian kuat. Satu lagi rencana pemda di Indonesia untuk mengembangkan ekonomi Islam. Pada Kamis, 3 Oktober 2019 telah ditandatangani kesepakatan kerjasama antara Institut Tazkia dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kesepakatan meliputi kerjasama pendirian kampus ekonomi Islam berbasis teknologi di kawasan NTB, pemberian beasiswa putra-putri daerah untuk kuliah di kelas internasional di Kampus Tazkia, pemberdayaan masyarakat dhuafa di kantong – kantong kemiskinan di NTB, pelatihan kepemimpinan, pengembangan asuransi mikro syariah untuk UMKM dan persiapan SDM untuk pengembangan industri halal di Mandalika dan kawasan ekonomi khusus lainnya.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah dan Rektor Institut Tazkia, Murniati Mukhlisin menandatangani kesepakatan kerjasama tersebut di Mataram disaksikan oleh Kepala Biro Kerjasama Pemprov NTB, pengurus Yayasan Tazkia Cendekia yaitu Mirna Rafki dan Ahmad Mukhlis Yusuf serta perwakilan Institut Tazkia yaitu Ahmad Djazuli, Faried Kurnia Rahman dan Sadam Hussein.
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Murniati menyatakan bahwa Institut Tazkia sudah banyak menambah kerjasama dengan provinsi-provinsi di Indonesia termasuk juga kerjasama dengan kampus di luar Indonesia dan untuk itu pihaknya sudah membuka program studi baru, memperlebar lokasi kampus, dan menambah SDM”.
Tentu saja, dengan pengalaman ini, Institut Tazkia siap menyukseskan rencana Pemprov NTB untuk mendirika kampus ekonomi Islam berbasis teknologi.

